Mayon Akan Meletus Dahsyat Pada Hitungan HariSenin, 21 Desember 2009 - 19:56:11 WIBFILIPINA - Gunung api teraktif di Filipina, Mayon, diperkirakan akan meletus dahsyat dalam beberapa hari. Badan Seismologi dan Vulkanologi Filipina mendeteksi intensitas gempa bumi makin sering terjadi disertai suara bergemuruh dari dalam perut gunung.
Badan Seismologi dan Vulkanologi Filipina menaikkan status Mayon menjadi level empat. Seperti dilansir vivanews.com, Senin (21/12), hasil rekaman aktivitas seismik Mayon menunjukkan kenaikan intensitas gempa bumi vulkanik menjadi 453 kali per lima jam, naik dua kali dari 200 kali.
"Status gunung dinaikkan menjadi level empat. Berarti erupsi besar akan terjadi dalam hitungan hari," jelas Renato Solidum, peneliti Badan Seismologi dan Vulkanologi. Sementara level lima diberlakukan saat terjadi letusan gunung.
Tentara dan kepolisian Filipina secara intensif berpatroli untuk membantu evakuasi penduduk dengan radius delapan kilometer dari gunung yang memiliki ketinggian 2.460 meter. Gubernur Provinsi Albay, Joey Salceda, mengatakan 40.000 orang telah dievakuasi dan ditempatkan pada penampungan sementara.
Sedangkan 10.000 orang sisanya juga dalam upaya evakuasi. Namun tim evakuasi masih menemukan penduduk yang berada di rumah dan ladang dekat lereng gunung. "Sebagian telah dievakuasi, tetapi ada juga yang tetap bertahan," kata Salceda.
Gunung api berbentuk kerucut ini mulai mengeluarkan lahar dan asap tebal sejak minggu lalu. "Mayon mengeluarkan asap setinggi hampir satu kilometer serta lahar panas sejauh 4,5 kilometer dari puncak gunung," kata Salceda.
Erupsi besar memicu aliran pirolastik ke daratan di sekitar gunung. Pirolastik adalah gas panas dan materi vulkanik yang melaju dengan kecepatan tinggi ke lerang dan kota serta menyapu segala yang dilaluinya. Saat meletus, gunung api juga mengeluarkan asap yang menutupi kota-kota sekitarnya.
Gunung Mayon terakhir kali meletus pada 2006, dengan jumlah pengungsi mencapai 30.000 orang. Letusan Mayon yang pertama kali terekam terjadi pada 1616, tetapi letusan yang paling merusak terjadi pada 1814. Letusan kala itu menewaskan lebih dari 1.200 orang dan mengubur kota dengan lumpur vulkanik. (mr/azumar)
Berita Terkait
Dibaca: 111 kali - 0 Komentar :
Isi Komentar :