BUMD Riau Hasilkan DefidenKamis, 28 Januari 2010 - 21:57:25 WIB
PEKANBARU - Meskipun tidak signifikan, tapi semua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sudah memberikan defiden (keuntungan,red) kepada daerah. Jadi tidak benar ada anggapan sebagian besar BUMD tidak produktif sehingga memberatkan APBD. Demikian dikatakan Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit kepada wartawan di kantornya, Kamis (28/1).
Dikatakan Mambang, hingga saat ini evaluasi-evaluasi secara berkala terus dilakukan oleh para pemegang saham di BUMD. Dari evaluasi itu diketahui, semua BUMD sudah menghasilkan defiden. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar dan terkadang dikembalikan ke BUMD sebagai penyertaan modal oleh pemegang saham.
"Evaluasi itu sebuah keharusn yang dilakukan oleh pemegang saham, jajaran direksi dan perusahaan itu sendiri. Dan sejauh ini kita lihat semua BUMD yang kita miliki sudah menghasilkan defiden. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar. Dan ada juga defiden yang dibagikan kepada pemegang saham itu dikembalikan ke BUMD sebagai penyertaan modal lagi," jelas Mambang tanpa menyebut BUMD mana saja yang menghasilkan defiden itu..
Lebih jauh Mambang mengatakan, secara ekonomis keberadaan BUMD-BUMD di Riau tidak saja memiliki visi dan misi mencari keuntungan (profit,red) semata. Tapi ada kalanya mengemban misi sosial kemasyarakatan.
"Kalau dilihat secara bisnis memang memiliki perbedaan seperti Perusahaan swasta nasional maupun lokal. Mereka memang memiliki misi murni bisnis oriented yang harus menghasilkn profit atau keuntungan sebesar-besarnya. Berbeda dengan BUMD. Memang harus memikirkan keuntungan. Tapi tidak terlalu ambisius mengejar itu saja, karena BUMD juga mengemban visi sosialnya," tukas Mambang.
Meski demikian kata Mambang, dalam penyertaan modal Pemerintah Provinsi Riau sangat selektif dan objektif melihat kemampuan dari BUMD itu sendiri. "KIta lihat ketersedian dana kita. Kita lihat prospek dan produktifitas BUMD itu sendiri. Jika memenuhi kriteria maka kita akan sertakan modal ke sana. Kalau tidak memenuhi kriteria, untuk apa kita sertakan modal. Tapi sejauh ini belum ada yang demikian," tandasnya.(Dian Alhadi)
Berita Terkait
Dibaca: 113 kali - 0 Komentar :
Isi Komentar :