Sabtu 31 Juli 2010

Banggar DPRD Sampaikan Laporan
RAPBD 2010 Bertambah Rp22 M

Senin, 21 Desember 2009 - 19:07:52 WIB
PEKANBARU - Jumlah Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Pekanbaru 2010 mengalami kenaikan hingga Rp22 miliar, dari Rp1,251 triliun yang diusulkan Pemko Pekanbaru menjadi Rp1,273 miliar. Kenaikan ini disebabkan masuknya anggaran pembangunan gedung DPRD senilai Rp11 miliar dan tambahan penyertaan modal Pemko Pekanbaru di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak sebesar Rp5 miliar.

Hal ini diketahui saat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pekanbaru menyampaikan laporan pembahasannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Kota Pekanbaru 2010 dalam rapat paripurna DPRD Pekanbaru di gedung Balai Payung Sekaki, Senin (21/12). Laporan Banggar dibacakan oleh Sigit Yuwono, Wakil Ketua Banggar.

Sigit mengatakan, laporan yang disampaikannya merupakan hasil pembahasan yang melibatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Pekanbaru. "RAPBD Pekanbaru 2010 sebesar Rp1,273 triliun atau naik sebesar Rp38 miliar dari APBD Perubahan Pekanbaru 2009," ucapnya.

Dalam RAPBD itu, katanya, pendapatan dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2010 ditargetkan sebesar Rp196 miliar, atau naik 10,92 persen dari APBDP Pekanbaru 2009.
Sedangkan pemasukan dari dana perimbangan masih menjadi tulang punggung dengan nilai Rp879 miliar atau naik Rp102 miliar dari target penerimaan dana perimbangan di APBDP Pekanbaru 2009. "Selanjutnya, pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp158 miliar, atau naik 18 persen dari APBDP Pekanbaru 2009," terang Sigit.

Untuk belanja daerah di tahun 2010 nanti, lanjut Sigit, direncanakan sebesar Rp1,268 triliun atau naik Rp34 miliar dari belanja daerah dalam APBDP Pekanbaru 2009 yang hanya Rp1,234 triliun. Secara rinci, belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp568 miliar. Selebihnya menjadi belanja langsung.

Menurut Sigit, belanja tidak langsung tahun 2010 naik Rp66 miliar atau 16,8 persen dari APBDP Pekanbaru 2009 yang hanya Rp531 miliar.

Dalam APBDP 2009, katanya, belanja tidak langsung digunakan untuk belanja pegawai (Rp523 miliar), belanja subsidi (Rp570 juta). Sedangkan di tahun 2010 nanti, belanja subsidi turun Rp250 juta dari tahun lalu. Selanjutnya, untuk belanja hibah dialokasikan Rp48,57 miliar atau turun Rp9,8 miliar (16,21 persen) dari APBDP 2009. Terakhir, belanja bantuan sosial di tahun 2010 dianggarkan Rp21 miliar. "Belanja bantuan sosial ini sebagaian besar diperuntukkan membayar ganti rugi lahan dalam pembangunan fisik di tahun 2010," kata Sigit.

Sayangnya, di tahun 2010 terjadi penurunan Dana Alokasi Umum (DAU) yang digunakan untuk pembayaran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), dari Rp407 miliar di tahun 2009 menjadi Rp280 miliar.

Akibat penurunan DAU ini, Banggar DPRD Pekanbaru terpaksa menyetujui usul Pemko Pekanbaru memotong tunjangan guru sebesar Rp250 ribu per bulan, atau turun 10 persen dari total tunjangan yang diterima guru setiap bulannya di tahun 2009.
"Tajk hanya itu, belanja hibah kepada lembaga pemerintahan, organisasi sosial, dan kelompok masyarakat pun dikurang. Bahkan, bantuan sosial kepada partai-partai politik juga dipotong. Sedangkan di lingkungan Pemko Pekanbaru akan dikurangi pemakaian bahan bakar untuk kendaraan dinas dan pengadaan pakaian dinas ditiadakan," ucap Sigit.

Di sisi lain, Banggar DPRD Pekanbaru juga mengkritisi satker-satker di lingkungan Pemko Pekanbaru yang belum maksimal mengelola potensi PAD di bidangnya. Bahkan, hingga kini Pemko Pekanbaru belum punya peta data potensi PAD yang akurat sebagai dasar penetapan target PAD di tiap-tiap satker.

Sigit mencontohkan penerimaan pajak reklame belum maksimal. Lalu, adanya pungutan di luar airport tax di Bandara Sultan Syarif Kasim. Kemudian, pendapatan dari pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum maksimal terutama di daerah pinggiran. "Demikian juga dengan pajak hotel, restoran dan hiburan yang belum digali maksimal," katanya.

Tak hanya itu saja, penerimaan retribusi dari pengelolaan limbah di rumah sakit, lemahnya sistem parkir, dan kurang optimalnya pengelolaan terminal Banda Raya Payung Sekaki juga disorot Banggar DPRD Pekanbaru. (Rio)


Berita Terkait
Dibaca: 190 kali - 0 Komentar :


Isi Komentar : Security Code:
Nama :
Website :
Komentar


Index Berita
    Index